Bondowoso, Portal cakrawala - Rabu 25 Februari 2026 – Menanggapi viralnya unggahan akun Facebook atas nama Hannabi Hannabi yang menyoroti anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Dapur SPPG Suling Kulon 02, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, memberikan klarifikasi resmi kepada media.
Kepala Dapur SPPG Suling Kulon 02, Rafika Febriana Dwi Lestari, S.Ak., yang berlokasi di Dusun Ambunten, Kecamatan Cermee, menjelaskan bahwa anggaran MBG telah disusun sesuai petunjuk teknis dan standar operasional yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.
“Kami tidak melebihkan ataupun mengurangi anggaran yang sudah ditetapkan. Semua sudah dirinci sesuai tugas akuntansi agar pemanfaatannya maksimal dan tepat sasaran,” jelas Rafika.
Rincian Anggaran Porsi Kecil Rp13.000
Porsi kecil diperuntukkan bagi balita, TK, dan SD kelas 1–3 dengan total anggaran Rp13.000. Rinciannya:
Roti brownis kacang: Rp3.500
Telur rebus: Rp2.500
Buah belimbing: Rp2.000
Total bahan baku: Rp8.000
Sisa Rp5.000 digunakan untuk:
Rp3.000 biaya operasional (gas, listrik, bensin distribusi, dan gaji relawan dapur)
Rp2.000 biaya sewa dapur dan peralatan.
Rincian Anggaran Porsi Besar Rp15.000
Porsi besar diperuntukkan bagi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), SD kelas 4–6, SMP, dan SMA dengan total Rp15.000.
Roti brownis kacang: Rp3.500
Telur rebus: Rp2.500
Buah belimbing: Rp2.000
Kacang koro: Rp2.000
Total bahan baku: Rp10.000
Sisa Rp5.000 dialokasikan untuk:
Rp3.000 biaya operasional
Rp2.000 biaya sewa peralatan dapur, ompreng, dan fasilitas dapur.
Rafika juga menjelaskan bahwa bahan baku diperoleh dari sumber yang jelas dan transparan. Roti brownis dibeli dari pelaku UMKM lokal. Buah belimbing dibeli seharga Rp16.000 per kilogram dengan isi sekitar 7 buah per kilogram. Sementara telur seharga Rp30.000 per kilogram dengan isi 12 butir berukuran besar.
Menurutnya, dalam unggahan yang viral tersebut terkesan bahwa seluruh anggaran Rp13.000 dan Rp15.000 digunakan hanya untuk bahan makanan, padahal terdapat komponen biaya operasional dan sewa fasilitas yang wajib dipenuhi agar distribusi berjalan lancar dan higienis.
Tim media yang melakukan penelusuran menilai minimnya informasi di masyarakat menjadi salah satu penyebab kesalahpahaman tersebut. Oleh karena itu, penting adanya sosialisasi dan publikasi yang lebih masif agar masyarakat memahami detail penggunaan anggaran MBG secara menyeluruh.
Dapur SPPG Suling Kulon 02 yang berada di bawah naungan Yayasan Lentera Utara Bergizi Utama saat ini melayani 2.637 paket MBG setiap harinya.
Pihak dapur berkomitmen menjaga kualitas, standar higienis, serta transparansi sebagai bentuk amanah dalam menjalankan program nasional peningkatan gizi anak di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso.
“Kami tetap berpegang pada standar operasional dan petunjuk teknis yang berlaku. Tujuan utama kami adalah memastikan anak-anak dan penerima manfaat mendapatkan asupan bergizi dengan kualitas terbaik,” tutur Rafika.(ade)

0 Komentar