Jakarta, Portal Cakrawala - Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera melalui penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah (Pemda). Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat penanganan di wilayah yang mengalami kerusakan parah, sekaligus memperkuat solidaritas antar daerah.
Sejumlah daerah mulai menunjukkan komitmennya. Tiga wilayah di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, dan Kota Pematangsiantar, telah menyatakan kesiapan untuk membantu daerah lain yang terdampak lebih berat.
Inisiatif kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengalokasikan tambahan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun. Dana tersebut digelontorkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan penanganan bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menariknya, anggaran tersebut tidak hanya diberikan kepada daerah terdampak langsung, tetapi juga kepada seluruh kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut. Pemerintah pusat pun mengimbau daerah yang relatif aman agar bersedia menyalurkan sebagian dana yang diterima dalam bentuk hibah kepada wilayah tetangga yang mengalami kerusakan lebih berat.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Aceh Tamiang, yang membutuhkan dukungan tambahan akibat keterbatasan anggaran dalam penanganan bencana.
Pemerintah memperkirakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akan berlangsung hingga tiga tahun. Fokus pembangunan meliputi penyediaan hunian tetap, pembangunan infrastruktur permanen seperti jalan dan jembatan, serta pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan merata, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
Sumber : Kemendagri RI
Editor : Imam Imron S.E
Pewarta : ade

0 Komentar