BONDOWOSO, Portal Cakrawala - PERHUTANI (12/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menghadiri undangan Pemerintah Desa Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dalam kegiatan Seminar dan Pelatihan "Desa Lestari" yang diselenggarakan bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Mengusung tema "Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Pelestarian Lingkungan", kegiatan berlangsung di Balai Desa Padasan dan dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Padasan beserta perangkat desa, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (P-SDH) Perhutani KPH Bondowoso Rahmat Sugiarto, didampingi Asisten Perhutani (Asper) Bondowoso Eko Hariyanto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Evi Yuni Wulandari, S.T., M.M., serta 50 peserta dari Karang Taruna, Ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya.
Pada kesempatan tersebut, Administratur Perhutani KPH Bondowoso mendelegasikan penyampaian materi pelestarian hutan kepada Kepala Seksi P-SDH, Rahmat Sugiarto.
Kepala Desa Padasan, Taslimatus Sa'diyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Perhutani dan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif guna mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Dalam paparannya, Rahmat Sugiarto menjelaskan bahwa hutan memiliki fungsi ekologis yang sangat vital sebagai penyangga kehidupan, antara lain menjaga keseimbangan siklus hidrologi, mencegah erosi dan degradasi lahan, menyerap emisi karbon, serta melestarikan keanekaragaman hayati. Ia juga menegaskan bahwa penerapan pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang didukung partisipasi aktif masyarakat merupakan bagian dari pengelolaan bentang alam secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan.
"Kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Edukasi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan, konservasi sumber daya alam, serta pemanfaatan lingkungan secara bijaksana merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga fungsi ekologis hutan, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat menjadi implementasi nyata tata kelola kehutanan yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan," ujar Misbakhul Munir.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya, M. Iqwan Widana, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Padasan dan Perhutani KPH Bondowoso atas dukungan serta materi yang diberikan. Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian hutan dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. (Ade)

0 Komentar